¡Sólo paga lo que necesites, con tasa de interés fija y plazos flexibles sin penalización!, préstamos personales en línea de México.

Быстрые кредиты и мгновенные займы на карту без проверок в Москве и Санкт-Петербурге. Без проверок 24/7.

Без відсотків онлайн позика на картку або швидкий кредит. Працюємо цілодобово без вихідних.

créditos rápidos online

Monto del préstamo $1 000 - $10 000, préstamos en 10 minutos sin nomina. Créditos Urgentes Online en México.

04. Burhannudin – PAIDAGOGEO

Jurnal Paidagogeo

04. Burhannudin

WAWASAN  KEBANGSAAN SEBAGAI SOLUSI DALAM MENGATASI

 DESINTEGRASI BANGSA

 

 

BURHANUDDIN NASUTION

Dosen di Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Abstract

Nationalistic knowledge is herculean ambition for togetherness deeping to settle all difference and discrimination. Nationalistic knowledge to be begun since arises it nationality consciousness which is forming Boedi Oetomo on the fifteenth 20th May 1908. Indigenous knowledge says “ wawas ”. Its mean is viewpoint. Nation is an unified character or evoked conduct because fate as-sociation and intention unity of people for coexists, up to aspiration and to the effect with despite ethnical difference, race, religion, or faction even. Nationalistic consciousness is paste who will enice spiritual all people. 

       Concept nationalisticing to constitute very basic thing for indonesian nation. In is in fact that nationality concept was made state basic and national ideology that terumus in Pancasila as it were available in UUD Uncovering 1945. There is 10 (ten ) transitional cultural points  negative which is: 1 ) shortcut Cultures, 2 ) conflicting Cultures,  3 ) Cultures mutually suspect, 4 ) Cul-ture reproach,  5 ) photograph Cultures,  6 ) mass conscription Cultures, 7 ) Cultures a bit thick, 8 ) popularisme Cultures,  9 ) Culture procedure and 10) Culture delays.

        Knowledge nationalisticing to have three dimensional which that dihayati shall and be practised all that society citizen nation consciousness growing and gets rounded and whole state. To three dimensional that is:  (a ) nationalistic taste (Kognitif); (b ) nationalisme (Afeksi); (c ) and nationality spirits (Psikomotorik).        

 

Keywords: Nationalistic knowledge,Solution and Desintegrasis Nation          

 

Abstrak

Wawasan kebangsaan adalah hasrat yang sangat kuat untuk kebersamaan dalam menga-tasi segala perbedaan dan diskriminasi. Wawasan kebangsaan dimulai sejak timbulnya kesadaran kebangsaan yaitu berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Wawasan berasal dari kata “wawas”. Artinya cara pandang. Bangsa adalah suatu persatuan karakter atau perangai yang timbul karena persatuan nasib dan kesatuan tekad dari rakyat untuk hidup bersama, mencapai cita-cita dan tujuan bersama terlepas dari perbedaan etnis, ras, agama, ataupun golongan. Kesadaran kebangsaan adalah perekat yang akan memikat batin seluruh rakyat.

       Konsep kebangsaan merupakan hal yang sangat mendasar bagi  bangsa Indonesia. Dalam kenyataannya konsep kebangsaan itu telah dijadikan dasar negara dan ideologi nasional yang terumus di dalam Pancasila sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD  1945. Ada 10 (sepuluh) nilai-nilai budaya transisi negatif yaitu : 1) Budaya jalan pintas, 2) Budaya konflik,  3) Budaya saling curiga, 4) Budaya mencela,  5) Budaya foto-foto,  6) Budaya pengerah-an massa, 7) Budaya tidak tahu malu, 8) Buda-ya popularisme,  9) Budaya prosedur dan 10) Budaya menunda.

     Wawasan kebangsaan memiliki tiga dimen-si yang harus dihayati dan diamalkan seluruh warga mayarakat agar tumbuh kesadaran berbangsa dan bernegara yang bulat dan utuh. Ketiga dimensi itu adalah : (a) rasa kebangsaan (Kognitif); (b) paham kebangsaan (Afeksi); (c) dan semangat kebangsaan (Psikomoto-rik).

 

Kata Kunci : Wawasan Kebangsaan,Solusi dan Desintegrasi Bangsa.

Paidagogeo Vol.1 No.3 – Desember 2016 [ISSN 2527-9696]

Hlm 962- 969